Visi dan Misi

31 Januari 2017 19:48:35 WITA

Visi Perbekel

Visi Perbekel Desa Joanyar periode 2022 sampai dengan 2027 adalah:

TERWUJUDNYA DESA JOANYAR MENJADI DESA MANDIRI

 BERLANDASKAN PADA TRI HITA KARANA

Makna dari Visi tersebut adalah:

  1. Desa Mandiriadalah desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum yang bagus, serta penyelenggaraan pemerintahan yang sudah sangat baik.

Desa Mandiri adalah merupakan status desa yang tertinggi dalam pengembangan desa dilihat dari nilai Indeks Desa Membangun (IDM).

Berdasarkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM), desa dapat diklasifikasikan menjadi 5 status yakni:

  1. Desa Sangat Tertinggal (IDM < 0,4907)
  2. Desa Tertinggal (IDM: 0,4907 – 0,5989)
  3. Desa Berkembang (IDM: 0,5989 - <0,7072)
  4. Desa Maju (IDM: 0,7072 – 0,8155)
  5. Desa Mandiri (IDM > 0,8155)

Dilihat dari nilai Indeks Desa Membangun (IDM), Desa Joanyar termasuk  status IDM dengan kriteria “ Desa Berkembang”, dengan nilai IDM = 0,6502. Peningkatan dari tahun 2020 sampai dengan 2021 sebesar 0,0571 (Sumber: Sistem Informasi Desa, diakses tanggal: 7 Pebruari 2022).

Jadi Visi diatas menyatakan tekad dan keinginan untuk meningkatkan status Desa dari Desa Berkembang menjadi Desa Mandiri.

  1. Berlandaskan Tri Hita Karana maknanya adalah menjadikan filosofi Tri Hita Karana (tiga penyebab terjadinya kebahagiaan) sebagai landasan dalam mewujudkan visi di atas yaitu: adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan alam dan isinya.

Berdasarkan pengertian Desa Mandiri di atas, indikator-indikator ketercapaian Visi dinyatakan sebagai berikut:

  1. Terhapusnya kemiskinan masyarakat secara tuntas;
  2. Terhapusnya kelaparan bagi masyarakat secara tuntas;
  3. Tercapainya ketahanan pangan dan gizi yang baik;
  4. Terjaminnya kehidupan yang sehat, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat;
  5. Terjaminnya pendidikan yang berkualitas, inklusif dan merata;
  6. Terpenuhinya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
  7. Terjadinya pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif, dan berkelanjutanan;
  8. Terjaminnya ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan;
  9. Tersedianya infrastruktur yang memadai;
  10. Terselenggaranya layanan umum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
  11. Terwujudnya masyarakat yang inklusif dan damai;
  12. Terbangunnya Kelembagaan Desa yang efektif, akuntabel dan inklusif;

Sebagai spirit guna  mendorong ketercapaian Visi di atas maka Perbekel mengembangkan Motto, yang dijadikan nilai-nilai dalam setiap gerak dan langkah pelaksanaan pembangunan. Moto pembangunan Perbekel adalah :

MATANGI

Menurut Kamus Bahasa Bali- Indonesi (Dinas Pendidikan Dasar Dati I Bali, 1991), Matangi berarti bangun.

MATANGI sekaligus merupakan akronim dari: Mandiri, Adaptif, Transparan, Akuntabel, Nyaman, Gotong Royong, Inovatif.

Makna masing-masing nilai di atas sebagai berikut:

  1. Mandiri maksudnya tidak ketergantungan. Kondisi ini terjadi apabila masyarakatnya selalu melakukan refleksi terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi, mampu mengatur pikiran, perasaan, dan prilakunya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  2. Adaptif maksudnya bersifat mudah menyesuaikan diri. Di tengah pergeseran dan perubahan yang sangat cepat maka semua komponen pembangunan diharapkan mempunyai adaptibilitas dan agilitas yang cukup. Program-program pembangunan yang dijalankan hendaknya dibuat relevan dengan perkembangan zaman.
  3. Transparan maknanya jelas, terang, jernih. Program-program pembangunan di desa dilaksanakan dengan jelas mulai dari perencanaannya, pelaksanaan, dan pertanggungjawabannya.
  4. Akuntabel maknanya   Perencanaan, proses dan hasil-hasil pembangunan yang dicapai dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Nyaman maknanya diarahkan pada kondisi lingkungan baik lingkungan kerja, maupun lingkungan desa yang damai, inklusif, menyenangkan.
  6. Gotong Royong dimaknai sebagai sikap dan prilaku yang mampu melakukan kegiatan secara bersama-sama, dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Ada tiga elemen kunci dalam nilai gotong royong yaitu:
  • Kolaborasi: bekerja bersama dengan orang lain disertai perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain.
  • Kepedulian: memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di lingkungan fisik sosial.
  • Berbagi: memberi dan menerima segala hal yang penting bagi kehidupan pribadi dan bersama, serta mau dan mampu menjalani kehidupan bersama yang mengedepankan penggunaan bersama sumber daya dan ruang yang ada di masyarakat secara sehat.
  1. Inovatif maknanya selalu berupaya melakukan perbaikan dan pengembangan (bersifat pembaharuan). Dalam menjalankan pembangunan dibutuhkan nilai-nilai, proses, atau cara-cara baru untuk bisa mencapai hasil yang maksimal.

 

Misi Perbekel

Dalam upaya mewujudkan Visi tersebut di atas, Perbekel Desa Joanyar terpilih masa bakti 2021-2027 telah menyusun sejumlah Misi yaitu:

  1. Meningkatnya penyelenggaraan tatakelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel;
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan publik;
  3. Meningkatkan infrasturktur Desa;
  4. Meningkatkan perekonomian berbasis kerakyatan;
  5. Meningkatkan pelestarian adat, agama, dan seni budaya;
  6. Meningkatkan pemberdayaan Masyarakat;
  7. Melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup;
  8. Meningkatkan interaksi antar lembaga yang ada di desa baik lembaga formal dan non formal.

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Joanyar

tampilkan dalam peta lebih besar